![]() |
| Masjid As Syakirin terletak di Kuala Lumpur, di sekitar Petronas Twin Towers |
![]() |
| Hal pertama yang akan mencuri pandangan mata adalah kubah utama masjid |
![]() |
| Kubah peraknya yang berkilau langsung memikat mata, berpadu indah dengan hamparan hijau Taman KLCC |
Untuk memasuki ruang utama masjdi melewati tangga. Tangga pada Masjid As-Syakirin bukan hanya sarana penghubung antar lantai, tetapi juga bagian penting dari keindahan arsitektur masjid ini. Tangga utama berada di tengah lobi, didesain lebar dengan dua jalur simetris yang naik ke arah kiri dan kanan. Anak tangganya menggunakan marmer gelap yang memberi kesan elegan, sementara pegangan tangganya menggunakan material logam berlapis kilap yang menambah kesan modern. Posisi tangga yang berada tepat di tengah menciptakan titik fokus ketika jamaah memasuki area masjid, seolah mengarahkan pandangan menuju ruang shalat di atas.
Sementara itu, tangga samping hadir sebagai jalur alternatif, sekaligus memperkaya detail fasad masjid. Railing tangga samping dihiasi motif geometris Islami yang indah dan konsisten dengan pola pagar di dalam masjid. Di malam hari, pencahayaan lembut membuat pola ini tampak semakin hidup, menghadirkan suasana tenang sekaligus megah. Desain tangga yang terbuka memberikan kesan ramah, memudahkan jamaah atau pengunjung untuk naik ke lantai atas dari sisi luar bangunan tanpa mengganggu alur utama di lobi.
Kedua elemen tangga ini menunjukkan bagaimana arsitektur Masjid As-Syakirin memadukan fungsi dan estetika. Tangga-tangga tersebut tidak hanya mengarahkan langkah jamaah secara fisik, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang mengajak pengunjung untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki ruang utama ibadah dengan hati yang lebih khusyuk.
![]() |
| Tangga utama dengan desain simetris, dua jalur dipisahkan oleh pegangan tangan stainless steel di bagian tengah. |
![]() |
| Desain Tangga Samping memanfaatkan railing besi berornamen geometris Islami dan simetris, menciptakan ritme visual yang indah ketika dilihat dari bawah. |
![]() |
| Ruang utama menghadirkan suasana megah dan lapang, dengan desain simetris yang terpusat pada mihrab |
Kubah pada gambar ini merupakan kubah geodesik yang menjadi ciri khas masjid modern. Bentuknya berupa setengah bola yang ditopang oleh rangka baja berbentuk segitiga-segitiga yang saling terhubung. Struktur seperti ini dikenal kokoh, efisien, dan memungkinkan bentang yang sangat luas tanpa perlu banyak tiang penyangga di bawahnya.
Material kubah tampak menggunakan panel berwarna abu-abu muda yang dipadukan dengan kaca pada beberapa bagian, sehingga menghasilkan kontras yang harmonis dan memungkinkan cahaya alami masuk pada siang hari. Rangka baja yang terekspos justru menjadi elemen estetika, memberi kesan modern dan futuristik.
Di sekeliling pangkal kubah, terdapat ornamen kaligrafi yang melingkar, menambahkan unsur spiritual dan mengingatkan jamaah pada nilai-nilai keislaman. Kaligrafi ini menjadi transisi yang lembut antara dinding vertikal dan kubah melengkung di atasnya.
Kubah ini juga dilengkapi pencahayaan melingkar yang menyorot ke arah atas, menonjolkan bentuk kubah dan menciptakan suasana ruang yang dramatis dan khusyuk, terutama pada malam hari.
Secara keseluruhan, kubah ini menggabungkan:
-
Fungsi struktural (menciptakan ruang luas tanpa tiang penghalang),
-
Fungsi estetika (desain geometri modern, kaligrafi melingkar),
-
Fungsi spiritual (mengangkat pandangan jamaah ke arah langit sebagai simbol kedekatan dengan Sang Pencipta).
Kubah dilengkapi dengan hiasan lampu utama Masjid As-Syakirin, yang menjadi pusat perhatian ketika menatap ke arah kubah. Lampu gantung raksasa ini berbentuk bundar dengan desain kristal berlapis yang berkilauan, menciptakan efek cahaya mewah dan sakral. Bingkainya berwarna emas, memberikan kesan megah sekaligus hangat, selaras dengan kemewahan ruang utama masjid.
Lampu ini tergantung tepat di bawah kubah masjid, yang menggunakan rangka geometris berbentuk segitiga, membentuk pola simetris yang elegan. Pencahayaan di sekitar kubah dipadukan dengan lampu gantung ini untuk memastikan ruang shalat terang, namun tetap menciptakan suasana teduh yang mendukung kekhusyukan ibadah.
Kehadiran lampu gantung besar ini bukan sekadar penerangan, tetapi juga menjadi elemen estetika yang menegaskan identitas arsitektur masjid, gabungan antara kemodernan struktur baja dan keanggunan tradisi Islam.
![]() |
Kubah terlihat dari dalam menggabungkan Fungsi struktural, Fungsi estetika dan Fungsi spiritual |
![]() |
| Lampu gantung besar sebagai penerangan dan elemen estetika yang menegaskan identitas arsitektur masjid |
![]() |
| Kubah didukung dengan Rangka geometris berbentuk segitiga |
![]() |
| Mihrab ini menampilkan desain arsitektur Islami yang megah dengan lengkungan runcing khas gaya Timur Tengah |
Mimbar Masjid As-Syakirin, yaitu tempat imam atau khatib berdiri untuk menyampaikan khutbah dan ceramah. Mimbar ini dirancang dengan gaya arsitektur Islami modern yang elegan. Bentuknya menonjol keluar dari dinding, menyerupai balkon kecil, memberikan posisi yang lebih tinggi agar khatib dapat terlihat jelas oleh seluruh jamaah.
Mimbar dilengkapi lengkungan runcing dengan kaca patri berwarna biru, kuning, dan hijau yang menghadirkan permainan cahaya indah di siang hari. Bingkai mimbar dipoles dengan marmer putih, dipadu garis vertikal hitam dengan ornamen geometris emas yang menegaskan kemegahannya.
Di bawah mimbar terdapat papan pengumuman, sementara di atasnya terpasang jam digital penanda waktu shalat. Penempatan mimbar yang strategis memastikan suara khutbah dapat menjangkau seluruh ruang utama masjid, dengan bantuan sistem audio yang dipasang rapi.
Keseluruhan desain mimbar ini mencerminkan harmoni antara fungsi ibadah dan keindahan visual, menonjolkan peran penting khutbah dalam kehidupan jamaah.
![]() |
| Mimbar dengan desain yang kokoh, digunakan khatib pada shalat Jumat atau acara keagamaan |
Ruang ini memancarkan kesan luas, bersih, dan teratur dengan deretan tiang-tiang kokoh yang membentuk ritme visual yang rapi. Pilar-pilar berbentuk persegi dengan lapisan marmer berwarna putih di bagian atas dan hitam di bagian bawah, memberi kesan kontras elegan sekaligus menambah daya tahan terhadap kelembapan.
Keindahan ruang ini semakin terasa melalui desain lengkungan setengah parabola yang menghubungkan setiap pilar. Lengkungan tersebut menciptakan kesan harmonis, sekaligus memperkuat struktur. Cahaya lampu dinding (wall washer) yang ditempatkan di setiap pertemuan pilar dan lengkungan memantul ke atas, menghasilkan efek pencahayaan lembut yang membuat suasana terasa hangat dan menenangkan.
Lantai yang dilapisi ubin mengkilap menciptakan refleksi cahaya, membuat ruangan terasa lebih luas dan terang. Corak garis horizontal pada lantai mengarahkan pandangan pengunjung ke ujung ruangan, memperkuat kesan simetri dan keteraturan.
Fungsi ruang ini tampak fleksibel, dapat digunakan untuk shalat berjamaah ketika masjid penuh, untuk pengajian, atau kegiatan komunitas. Papan penunjuk arah yang tergantung di langit-langit memudahkan jamaah menuju tempat wudhu atau area lain, menunjukkan perhatian pada kenyamanan dan sirkulasi pengunjung.
Dindingnya didominasi oleh deretan jendela dan pintu kaca dengan bingkai logam perak yang rapi, menciptakan kesan modern namun tetap menyatu dengan elemen klasik masjid. Bentuk jendela dan pintu dibuat melengkung lancip menyerupai lengkung gotik atau “arch” yang identik dengan arsitektur Islam kontemporer, memberi nuansa sakral dan harmonis.
Dominasi warna putih pada dinding dan kolom dipadukan dengan garis-garis hitam horizontal yang memberi kontras elegan sekaligus mempertegas garis arsitektur. Lantai lorong dilapisi marmer dengan motif geometris Islami dalam kombinasi warna hitam, putih, dan abu-abu. Motif ini memperkaya estetika dan menghadirkan suasana mewah namun tetap sederhana.
Pencahayaan dibuat lembut melalui lampu-lampu yang tersembunyi di langit-langit, menciptakan suasana yang tenang bagi jamaah yang melintas. Desain lorong ini mengarahkan pandangan dan langkah jamaah menuju pintu-pintu masuk, memberikan pengalaman transisi dari area luar menuju ruang ibadah dengan kesan penuh penghormatan.
![]() |
| Desain lengkung setengah parabola menghubungkan setiap pilar menciptakan kesan harmonis dan memperkuat struktur |
![]() |
| Jendela dan pintu kaca melengkung lancip dengan bingkai logam perak yang rapi, menciptakan kesan modern namun tetap menyatu dengan elemen klasik masjid |
Pagar pembatas ini dirancang dengan estetika Islami yang kuat, memadukan material logam stainless steel dan panel bermotif geometris. Motif yang digunakan berbentuk pola arabesque dengan komposisi simetris, membentuk jalinan persegi dan bintang yang saling terhubung. Motif ini bukan sekadar hiasan, tetapi mencerminkan nilai keteraturan dan keindahan dalam seni arsitektur Islam.
Konstruksi pagar terlihat kokoh dengan tiang-tiang penyangga berbahan logam mengkilap yang dipasang secara beraturan, menciptakan kesan modern dan bersih. Warna putih pada panel berpadu dengan lantai marmer berwarna krem dan abu-abu muda, menghasilkan harmoni visual yang lembut dan menenangkan.
Selain fungsi estetik, pagar ini berperan sebagai pembatas area untuk memastikan ketertiban sirkulasi jamaah. Desainnya tetap memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya karena motifnya berlubang, sehingga area di sekitarnya tetap terasa lapang dan terang
![]() |
| Pagar pembatas memadukan material logam stainless steel dan panel bermotif geometris. Motif yang digunakan berbentuk pola arabesque |
![]() |
| Menikmati Suasana Setelah Sholat Isya di Masjid |
















Komentar
Posting Komentar